Jodoh Menurut Islam

Samharis.com - Jodoh Menurut Islam. Jodoh adalah rahasia Ilahi yang sering dipertanyakan oleh setiap orang yang belum punya pasangan. Banyak persepsi muncul ketika membahas tentang jodoh. Beberapa orang menganggap jodoh adalah takdir, dimana Allah telah menetapkan untuknya. Ada pula yang beranggapan bahwa jodoh itu pilihan, dimana setiap orang dapat menentukan pilihan jodohnya sendiri. Lantas bagaimana Jodoh menurut Isam. Berikut ada sedikit ulasan mngenai hal tersebut.

Pernikahan

Bagaimana jodoh menurut Islam? Apakah jodoh itu takdir yang telah digariskan? 

Untuk urusan jodoh, memang hal itu telah digariskan oleh Alloh SWT yang sudah tercatat di Lauhul Mahfudz bahkan sebelum manusia itu sendiri belum dilahirkan. Banyak nasehat yang menyarankan agar lebih berhati-hati dalam memilih calon pendamping, terutama orang tua. Sering kali orang tua khawatir dengan jodoh anak anaknya, terutama khawatir terhadap nasib anak anaknya apabila telah menikah nanti seperti tidak mempercayai Alloh SWT sang Maha Pemberi Rezeki. Padahal Alloh SWT telah berfirman dalam Al Quran bahwasanya Alloh SWT sendiri yang akan memberi dan mencukupkan rezeki para hambaNya yang akan menikah. Seperti yang sudah termaktub dalam QS An Nur ayat 32 berikut ini :

                                وَأَنكِحُوا اْلأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِن فَضْلِهِ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur: 32).

Untuk para wanita hendaklah memilih calon pendamping suami yang bisa mengarahkan kepada hal hal yang lebih mendekatkan diri dengan Agama dan Syariat Alloh. Begitupun sebaliknya bagi para lelaki atau calon suami hendaklah bisa membimbing calon istrinya kepada Agama dan Syariat Alloh SWT. Dan bagi keduanya persiapkan diri dulu dan saling memantaskan diri dengan membekali diri tentang konsep konsep pernikahan dan segala hal yang berkaitan dengan pernikahan. Allah telah berfirman dalam Al Quran melalui QS An Nuur ayat 26 tentang  persoalan jodoh kepada hambaNya yang berbunyi :

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ


" Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga). " (QS An Nuur : 26)


Dari ayat tersebut bisa dipahami, bahwa sesungguhnya dalam memilih jodoh sendiri berawal dari diri sendiri dulu yaitu dengan mengubah diri kita sendiri enjadi lebih baik dan lebih dekat dengan agama dan Syariat Alloh SWT. Baru kita bisa mencari dan mendapatkannya melalui usaha dan ikhtiar baik melalui dikenalkan dari kerabat, sanak saudara ataupun melalui teman lewat jalan Taaruf.

Cara Menghalalkan 

Bagi para lelaki, setelah melakukan taaruf dan merasa banyak kecocokan dengan calon mempelai perempuan, anda bisa mengkhitbahnya atau mengikatnya dengan cara mengkhitbahnya terlebih dahulu ataupun langsung melamarnya dengan cara menghadap sang wali perempuan tersebut (ayahnya). Berbicaralah yang baik kepada wali perempuan tersebut bahwa anda ingin menghalalkannya melalui jalur pernikahan. Setelah anda di ijinkan menghalakannya baru anda persiapkan mahar atau mas kawinnya. Jangan lupa menyediakan 2 orang saksi dan penghulu apabila tanggal ijab kobul pernikahan telah di tentukan.

Jadi apakah masih bingung tentang jodoh?

Memang soal jodoh merupakan sebuah rahasia yang akan lama terungkap jika kita tidak ada kemauan untuk mencari dan mengetahuinya lewat mengkaji agama lebih mendalam.

Dalam Agama Islam di terangkan, Allah SWT telah menetapkan tentang jodoh, rejeki dan kematian seseorang yang telah tertulis di dalam lauh mahfudz jauh sebelum manusia itu sendiri dilahirkan. Namun, bukan berarti kita tidak dapat berikhtiar memilih jodoh kita sendiri. Allah telah memberikan jalan untuk hambaNya dalam memilih jodoh yang diinginkan. Hanya saja tergantung bagaimana cara kita dalam memilihnya, jika menginginkan jodoh yang baik maka jadilah pribadi yang lebih baik. Begitu pula sebaliknya, jika kita menjadi pribadi yang tidak baik, maka jangan harap jodoh kita baik. Sebagaimana yang telah Allah janjikan dalam ayatNya dalam QS An Nuur : 26.

Jadi jangan lama lama dalam memilih jodoh. Karena sesungguhnya yang datang kepadamu adalah hasil dari setiap doa-doa dan usahamu. Jika ingin mendapatkan jodoh yang membawamu pada kebahagiaan dan keberkahan dari Allah SWT, maka dapatkan dia dengan berusaha terlebih dahulu untuk mendapatkan cinta Allah SWT dulu, karena Alloh SWT yang maha membolak balikkkan hati seseorang.

Demikian artikel singkat tentang Jodoh dalam Islam, semoga bisa mencerahkan dan bermanfaat.
Wallahu a'lam bisshawaab.

Jazaakumullah biikhair ^_^

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel