Pentingnya Mendidik Anak Untuk Tidak Meninggalkan Sholat

Samharis.com - Pentingnya Mendidik Anak Untuk Tidak Meninggalkan Sholat. " Rahman, Ahmad, Khalil, kalian bertiga masuk kamar...!!!" Terdengar suara Ayah memanggil kami bertiga dengan volume nada tegas yang tidak seperti biasanya namun dengan mimik wajah lembut.

Kami bertiga bertanya tanya " Ada apa gerangan ??? "  Tidak seperti biasanya Ayah memanggil kami dengan nada dan volume yang tinggi seperti tadi. Ayah tidak pernah sekeras ini dalam berbicara. Dengan wajah menunduk kami bertiga masuk kamar menuruti perintah Ayah. Peluh yang masih basah membasahi tubuh kami tidak kami hiraukan, memang kami bertiga pulang agak kemalaman karena habis main bola dilapangan desa. Kami pulang saat Adzan Isya berkumandang, berbagai macam pikiran menggelayuti kami saat menunggu kedatangan Ayah dikamar.

Pentingnya Mendidik Anak Untuk Tidak Meninggalkan Sholat


Kamar yang awalnya garasi ini dirubah fungsinya oleh Ayah sebagai tempat tidur bersama sekaligus ruang serbaguna dan tempat bersantai dengan ornamen lampu seadanya. Kami bertiga bersila saat Ayah mulai memasuki kamar dengan wajah yang keliahatan kecewa banget. Kemudian Ayah ikut bersila dihadapan kami yang membuat nyali kami semakin ciut.

" Kenapa kalian pulang selarut ini ? " Tanya Ayah mengawali pembicaraan. Saya ( Rahman ) sebagai kakak tertua memposisikan diri menjadi juru bicara mewakili adik adik saya ( Ahmad dan Khalil ), saya mulai berkilah dan mengeluarkan banyak alasan mulai dari sendal Khalil yang di sembunyikan oleh teman teman kami yang agak jahil sampai di ajak Rendi teman akrab sekaligus tetangga kami bertiga bermain Play Station dirumahnya.

" Kalian sudah Sholat Maghrib ??? " Tanya Ayah... Sebuah pertanyaan yang membuat kami bertiga tercekat. Kami terdiam mendengar pertanyaan itu. kami betul betul lupa waktu saat itu, kami sibuk bermain dan bermain. Kami hanya bisa menunduk mendengar pertanyaan Ayah, mungkin karena ini wajah Ayah kelihatan sangat kecewa.

" Bu, tolong matikan lampunya " Terdengar suara Ayah memanggil Ibu dengan lembut. Ternyata dari tadi Ibu mendengarkan dibalik pintu kamar. Ibu kemudian mematikan lampu kamar dan segera duduk di sebelah Ayah.

" Apa yang bisa kamu lihat sekarang ??? " Kami hanya terdiam karena suasana kamar menjadi gelap gulita dan suasana pun menjadi hening seketika.

" Lihat sekeliling kamu, semua menjadi hitam, tapi coba ulurkan tanganmu ke kanan ke kiri, kamu akan merasakan genggaman  saudaramu, Ayah dan Ibu ".

Kami saling menggenggam dan masih bertanya tanya maksud dari perkataan Ayah.

" Tapi tidak lagi ketika di alam kubur " Lanjut Ayah, " Karena kamu akan sendirian dalam kegelapan, tidak ada lagi saudara saudaramu, tidak ada Ayah dan Ibu lagi yang menemanimu, kamu akan sendiri, sendirian dalam kegelapan dan kesunyian ".

Aku tercekat mendengarnya, sejenak kemudian genggaman di tanganku mulai melonggar, lalu terdengar suara korek api dinyalakan. Sejenak samar samar terlihat wajah Ayah, Ibu dan adik adikku karena kilatan cahaya korek api. Semuanya keliahatan berwajah sendu. Sejurus kemudian korek itu membakar obat nyamuk, terlihatlah oleh kami bara api dari obat nyamuk yang di pegang Ayah dan di tunjukkan kepada kami.

" Siapa yang berani memegang bara api obat nyamuk ini ??? Tanya Ayah kepada kami semua, lagi lagi kami diam seribu bahasa tidak berani menjawab.

" Ini hanya bara api kecil. Bukan api neraka yang jutaan kali lebih panas dari api dunia. Maka masihkah kita berani meninggalkan sholat ??? Sholatlah hal pertama yang akan ditanyakan kepada kita oleh Alloh SWT, yaaa, sholat anakku... Sholat yang akan menyelamatkan kita dari gelapnya alam kubur dan api neraka " Lanjut Ayah.

Tak lama berselang terdengar suara tangisan ibu, genggaman kami makin menguat.Ayahpun melanjutkan nasehatnya.

" Tolong Ayah, Tolong Ibu, Ayah dan Ibu akan terbakar api neraka jika membiarkanmu lalai dalam mengerjakan sholat. Rahman, usia kamu sudah 15 tahun, Ahmad 12 tahun dan Khalil 10 tahun. Rosululloh SAW memerintahkan untuk memukul jika meninggalkan sholat di usia 10 tahun. Apa Ayah harus memukulmu dulu kalau kamu lalai dalm mengerjakan sholat ??? "

Tak terasa kami pun mulai menangis perlahan, bukan karena apa, tapi Takut, yaa rasa takut dengan Alloh SWT dan siksa orang yang melalaikan sholat, juga karena orang tua yang akan dimintai pertanggungan jawabanya ketika lalai dalam mendidik anak anaknya dalam kewajiban menjalankan sholat lima waktu.

" Berjanjilah untuk tetap istiqomah dalam menjalankannya, jangan pernah tinggalkan sholat, apapun keadaannya ", Lanjut Ayah.
" Sekarang marilah kita sholat isya berjamaah dan kamu bertiga mohonlah ampun kepada Alloh SWT karena Alloh SWT maha pengampun dan maha penyayang " Pungkas Ayah sebelum mengambil air wudhu.



Mulai hari ini marilah kita bersama sama belajar tegas kepada anak anak kita tentang kewajiban menjalankan sholat lima waktu.

Salam Hangat ^_^


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel