Kopi Bubuk Khas Malang nan Eksotis

Samharis.com - Kopi bubuk khas Malang nan Eksotis. Mendengar kata kopi imajinasi kita akan di bawa menuju dengan secangkir minuman panas yang mempunyai bau khas. Minuman ini biasanya di sajikan ibu ibu kepada para suaminya di pagi hari. Bukan hanya dirumah, minuman ini juga menjadi primadona kaum lelaki di warung warung semua daerah di indonesia. Kali ini samharis.com akan berbagi informasi tentang kopi khas malang yang mempunyai rasa yang eksotis.


Wilayah Dampit Selatan adalah daerah penghasil kopi untuk daerah Malang, selain Dampit ada daerah Karang ploso yang juga menjadi penyumbang hasil bumi kopi untuk Malang. dari daerah daerah inilah biji biji kopi di panen dan di jadikan kopi bubuk khas malang.

Kopi hitam khas Malang yang kondang dari daerah Karang ploso adalah Kopi Karlos ( singkatan dari karang ploso ). adalah seorang Pandu Prabowo yang mulai membangun brand kopi karlos ini sejak tahun 2013. Pandu Prabowo mulai mengajak para petani kopi di sekitaran karang ploso untuk mengembangkan brand kopi karlos. "Ada 4 desa di karang ploso yang menghasilkan biji kopi yaitu desa Tawang Argo, desa Donowarih, desa Bocek dan desa Nggenep. Ada 4 jenis kopi yang dihasilkan dari daerah Karang Ploso ini yakni jenis Arabika, Robusta, Luwak Liar dan jenis Liberika". Terang Pandu Prabowo.

Kopi karlos

Ada perbedaan rasa dari masing masing jenis kopi karlos. Rasa khas dari Kopi karlos jenis Robusta adalah rasanya yang tidak cenderung pahit dan mempunyai aroma kacang tanah yang pas dengan lidah orang Indonesia. Berbeda dengan yang jenis Arabika, saat di giling, kopi jenis Arabika ini akan mengeluarkan aroma karamel yang pekat dan juga aroma pedas. Kopi jenis arabika ini sangat cocok untuk pecinta rasa karamel.

Menurut Pandu Prabowo biji kopi khas malang yang paling banyak di produksi dari daerah Karang Ploso adalah kopi jenis Arabika, karena sesuai dengan tekstur tanah Karang Ploso yang terletak di lereng gunung Arjuno dan mempunyai ketinggian 1000 mdpl. Karena letak ketinggian tanah tersebut, daerah Karang Ploso sangat cocok ditanami Kopi jenis Arabika. Kopi jenis Arabika cocok di tanam di daerah ketinggian 0-500 mdpl.

Pandu Prabowo juga menjelaskan bahwa saat ini Kopi Karlos bermitra dengan sekitar 30 petani kopi dengan luas lahan 1000 hektar di area Perhutani.

Untuk kualitas jangan diragukan lagi. Kopi karlos sudah dipasarkan sampai luar negeri yakni Taiwan. Taiwan mempunyai pangsa pasar kopi karlos jenis luwak liar. Untukk pasar Lokal, kopi karlos sudah merambah daerah Batam, Jakarta dan Bandung. Untuk jenis Roaster sudah di pasarkan hingga negeri jiran Malaysia.

Bagaimana sobat? tertarik untuk mencicipi kopi khas malang? Langsung saja meluncur ke daerah Dampit ataupun Karang Ploso Malang.

Demikian artikel singkat mengenai kopi khas malang yang dapat saya bagikan, semoga bermanfaat dan menjadi rujukan tentang daerah daerah penghasil kopi di Jawa Timur.

Salam Hangat dan Tetap Semangat Kawan ^_^

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel