Yuk, Ketahui Keutamaan Seseorang yang Mempelajari Al Quran Apalagi Menghafalkannya

Samharis.com - Keutamaan Seseorang yang Mempelajari Al Quran Apalagi Menghafalkannya. Al Quran adalah Wahyu serta Kitab Suci yang di turunkan Alloh SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai penyempurna dan pelengkap kitab kitab samawi sebelumnya yakni Taurat, Zabur dan Injil sebagai pegangan umat Islam sedunia sampai akhir zaman. Banyak keutamaan dan pahala yang akan di peroleh bagi orang orang yang membaca dan mengamalkannya.

Keutamaan Seseorang yang Mempelajari Al Quran Apalagi Menghafalkannya

Berikut terdapat kisah menarik menyentuh kalbu yang akan menggugah naluri anda untuk lebih intens, lebih dekat dan lebih mengamalkan Al Quran sebagai pedoman hidup sehari sehari.

Al Kisah, Umar adalah seorang anak yang baru berumur 10 tahun. Dia anak seorang pengusaha sukses yang kaya raya. Oleh ayahnya Umar di sekolahkan di SD Internasional paling bergengsi di Jakarta dengan harapan si anak akan menjadi suksesornya kelak di saat sang ayah sudah tua dan pensiun bekerja. Tentu bisa di tebak berapa biaya pendidikan di SD Internasional tersebut, tapi bagi sang ayah biaya tersebut bukanlah masalah karena uangnya masih melimpah.

Sang ayah berpikir bahwa sang anak harus mendapat bekal pendidikan terbaik di semua jenjang mulai SD sampai perguruan tinggi agar anaknya kelak bisa sukses seperti dirinya kelak mengikuti jejaknya.

Suatu hari istrinya memberi kabar kalau Sabtu depan sang ayah di undang untuk hadir dalam acara "Father's Day" di sekolah Umar.

"Ayah sibuk sibuk Mah...kamu aja deh yang datang." Ucap sang ayah kepada istrinya. Bagi dia acara beginian sangat tidak penting, di banding dengan urusan bisnis besarnya. Tapi kali ini istrinya marah dan mengancam, sebab sudah kesekian kalinya si ayah tidak mau hadir pada acara tersebut dan mendampingi Umar. Dia malu karena anaknya selalu di dampingi ibunya di acara Father's Day, sedang anak anak yang lain selalu di dampingi ayahnya dalam acara tersebut.

Nah karena di ancam istrinya, akhirnya si ayah mau hadir meski agak ogah ogahan. Father's Day adalah acara yang di kemas khusus dimana anak anak/siswa saling unjuk kemampuan di hadapan ayahnya.

Karena ayah si Umar memang ogah ogahan datang, maka dia memilih untuk duduk di bangku paling belakang, sementara para ayah yang lain terutama yang muda muda berebut duduk di depan agar bisa menyemangati putra putrinya yang akan tampil di panggung.

Satu persatu anak anak menampilkan bakat dan kemampuannya masing masing di hadapan ayah mereka. Ada yang menyanyi, menari membaca puisi, pantomim. Ada pula yang pamerkan kemampuan melukisnya dll. Semua dapat applaus yang gegap gempita dari ayah ayah mereka.

Tibalah giliran Umar di panggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya....

"Miss, bolehkah saya panggil Pak Arif ?" Tanya Umar kepada gurunya. Pak Arif adalah guru mengaji untuk kegiatan ekstrakurikuler di sekolah itu.

" Boleh nak...Silahkan " Jawab gurunya.

Dan Pak Arif pun di panggil untuk ke panggung menemani Umar.
"Pak Arif, bolehkah Bapak membuka kitab suci Al Quran surat 78 (surat An Naba')" Begitu Umar minta kepada guru ngajinya.

"Tentu saja boleh nak..." Jawab Pak Arif.

"Tolong Bapak perhatikan dan simak bacaan saya, apakah bacaan saya ada yang salah". Lanjut Umar

Lalu Umar pun membaca dan melantunkan QS An Naba' tanpa membaca Mushafnya (hapalan) dengan lantunan irama yang persis seperti bacaan "Syekh As Sudais" (Imam Besar Masjidil haram).

Semua hadirin terpaku mendengar lantunan bacaan Al Quran yang di bawakan oleh Umar yang mendayu dayu, termasuk ayah Umar yang duduk di belakang.

"Stop dulu nak, kamu telah membaca surat An Naba' ayat 1-5 dengan sempurna nak. Sekarang coba kamu baca ayat sembilan surat An Naba'....." Begitu kata Pak Arif yang tiba tiba memotong bacaan Umar.

Lalu Umar pun membaca ayat yang ke 9 surat An Naba'.

"Stop, coba sekarang baca ayat 21...lalu ayat 33..." Kata Pak Arif. Umar pun membacanya sesuai instruksi Pak Arif.

"Sekarang coba kamu baca ayat 40..." lanjut Pak Arif lagi setelah Umar menyelesaikan bacaannya. Umar pun membaca ayat 40 tersebut sampai selesai.

"Subhanalloh...Kamu hafal surat An Naba' dengan sempurna nak..." Begitu teriak Pak Arif sambil matanya berkaca kaca menahan haru dan bahagia melihat anak didiknya tersebut.

Para hadirin pun tak kuasa menahan air matanya, apalagi yang muslim. Lalu Pak Arif pun memeluk Umar sambil bertanya kepada Umar, " Kenapa kamu memilih menghafal Al Quran dan membacakannya di acara ini nak, sementara teman temanmu unjuk kebolehan yang lain ? " Begitu tanya Pak Arif penasaran.

Umar pun lalu menjawab, " Begini Pak ustadz, waktu saya malas mengaji waktu mengikuti pelajaran Pak Ustadz, Bapak menegur saya sambil menyampaikan sabda Rosululloh SAW, " Siapa yang membaca Al Quran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka Alloh akan memberikan mahkota kepada kedua orang tuanya dari cahaya seperti cahaya matahari pada hari kiamat. Dan kedua orang tuanya akan diberikan dua pakaian yang tidak bisa di nilai dengan dunia. Kemudian orang tuanya bertanya, Mengapa saya sampai diberi pakaian semacam ini? Lalu di sampaikan kepadanya, Disebabkan anakmu yang telah mengamalkan Al Quran" (HR Al Hakim 1/756) ".

" Pak Ustadz, saya ingin mempersembahkan 'Jubah Kemuliaan' kepada ayah dan ibu saya di hadapan Alloh di akherat kelak, sebagai anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya..."

Semua orang yang hadir terkesiap mendengar jawaban Umar, mereka tidak bisa lagi membendung air matanya mendengar ucapan anak berusia 10 tahun tersebut.

Ditengah suasana hening tersebut... tiba terdengar teriakan "ALLOHU AKBAR" dari seseorang yang menyeruak maju dari belakang menuju panggung. Ternyata dia ayah Umar, yang dengan tergopoh gopoh langsung menubruk sang anak, bersimpuh sambil memeluk kaki anaknya.

" Nak...maafkan ayah yang selama ini tidak memperhatikanmu dengan baik, tidak pernah mendidik dan mengajarimu dengan agama, apalagi mengajarimu membaca Al Quran." Ucap ayah Umar sambil menangis di kaki anaknya.

" Ayah menginginkanmu agar sukses di dunia nak, ternyata kamu malah memikirkan kemuliaan ayah di akherat kelak. Ayah maluuu nak" Ujar sang ayah sambil menangis tersedu sedu.

Semua jamaah pun terdiam dan terpana dalam situasi mengharukan ini. Ada juga yang mulai meneteskan air matanya. Diantara jamaah pun uga ada yang tidak bisa menyembunyikan isak tangisnya, sebuah situasi yang luar biasa haru. Entah apa yang ada di benak jamaah yang menangis itu. Mungkin ada yang merasa berdosa di hati kecilnya karena telah menelantarkan anaknya, dalam artian tidak membekalinya dengan ilmu agama, mungkin merasa bersalah karena lalai mengajarkan agama pada anaknya, mungkin menyesal karena tidak mengajari anaknya membaca Al Quran, atauuu merasa berdosa karena malas membaca Al Quran yang hanya tergeletak di rak bukunya, Wallohualam bishshowab.

Demikian sobat sekelumit cerita pendek mengenai Keutamaan Seseorang yang Mempelajari Al Quran Apalagi Menghafalkannya. Semoga bisa menjadi refleksi diri bagi kita semua termasuk saya pribadi. Semoga bermanfaat kawan.

Salam Hangat dan Tetap Semangat Kawan ^_^

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel